KEMATIAN YANG INDAH


What am I feeling right now? What do I need here?

in what meaningful way can I contribute to the world?

Remember, everything was working just as it was meant to be.

Bagaimana kita akan menghabiskan usia kita? Apakah kita akan menghabiskan waktu itu dengan membuang bakat dan waktu dengan sia-sia?

Setiap saat kita mendapatkan panggilan dari semesta. Sadari bahwa setiap diri kita ini unik. Gunakan keunikan ini untuk berkontribusi pada dunia. Godaan untuk mengeluhkan kehidupan akan semakin kencang saat kita hampir tiba. Seperti kapal yang harus bertahan dari terpaan ombak.

Belajarlah dari pelajaran kehidupan. Kita ini sudah sampai disini, hanya tinggal beradaptasi atas ilmu kehidupan yang kita miliki.

Waktu saya kecil, orang tua saya menginginkan saya menjadi dokter. Seperti hal nya anggota keluarga besar saya yang lain. Di katakan bahwa dokter adalah profesi menyenangkan dan menjanjikan. Tapi, bukan kah dalam kehidupan ini tidak semua orang berprofesi sama?

Kita semua terhubung dengan rantai tak tampak yang saling menghubungkan satu dengan yang lain. Untuk menjalankan fungsi kehidupan.

Dini hari ini, saya di kejutkan dengan berita salah satu teman seperjalanan saya meninggal. Setelah beberapa kali diare dan sempat masuk rumah sakit. Hari ini beliau berpulang. Saya sangat kehilangan beliau. Tapi kematian itu pasti. Dan keinginan setiap orang berakhir dengan kematian yang indah. Menjadi berkat untuk sekitar nya.


Saya masih duduk menatap kosong. Mengingat perjalanan terakhir kami di Jerusalem. Mata saya melihat rangkaian bunga di tengah meja. Ya, siang ini saya mendapat undangan mewakili perusahaan.

Tanpa bisa saya tahan, air mata saya mulai menggenang. Seperti apakah kematian ku nanti?

Bunga potong ini… Mereka mati untuk menyebarkan keindahan. Bunga ini akan mati cepat atau lambat, karena mereka di potong dari akar nya. Saya meraih pot bunga dan mencium satu-satu bunga itu. Sambil berbisik. Terima kasih… terima kasih untuk mengingatkan kalau kita semua punya kesempatan untuk mempunyai akhir kehidupan yang bermanfaat

Kematian yang indah. Seperti akhir indah yang Kau berikan pada saudara ku, bu Dini?

Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukan (nya) (QS Yunus:49)

In memoriam, ibu Sri Arkandini, semoga Allah memberikan tempat terbaik.

Surabaya, 23 Agustus 2016

(Tristi)