PALESTINA, I LOVE YOU TOO


Saya selesai melewati pintu ketiga untuk menuju Al Aqsha. Saya masih menunggu tiga teman di belakang saya. Deretan kursi di samping tembok menarik perhatian saya. Sembari menunggu, saya bersama beberapa teman duduk ngobrol di sana.

Seorang wanita berpakaian hitam datang menghampiri kami. Dia bertanya,” Dari manakah kalian?” Saya menjawab,” Indonesia.”

“Ah …. Indonesia … Negara muslim saudaraku. Aku orang palestina. Orang Palestina suka dengan Indonesia. Kami semua suka.”

“Apakah kalian semua akan ke Baitul maqdis?” Tanya nya.

“Ya,” jawab saya.

“Kalian semua sangat beruntung bisa ke al Aqsha – Baitul Maqdis. Aku akan memerlukan ijin khusus untuk ke sana. Karena aku orang Palestina.”dia berkata dengan suara tangisan tertahan dan berlari meninggalkan kami.

Kami hanya bertatapan mata bingung.

Saya memberanikan diri untuk menghampiri nya yang sedang mengusap air mata. Saya menepuk pundak nya dan tersenyum. “Saya akan berdoa juga untuk mu di al Aqsha. Untuk Palestina. Berdoa yang terbaik.”

Saya tidak tahu lagi harus berkata apa.

Dia memeluk saya sangat lama, dan berkali-kali mengucapkan terima kasih pada saya. Terima kasih pada Indonesia, negara yang hanya dia dengar dan belum pernah dikunjungi.

Obrolan kami terhenti karena anak perempuan nya menjerit-jerit sambil menangis. Ternyata dia lapar. Sementara susu sudah habis. Wanita Palestina ini masih menunggu suami nya yang masih harus melewati banyak pintu yang di jaga petugas Israel.

Saya berlari menuju tas bekal isi makanan yang saya bawa dari Indonesia. Tanpa berpikir panjang, saya berikan semua pada wanita Palestina ini. Termasuk sebatang besar coklat merek Indonesia. Tangisan anak perempuan nya berhenti. Dan ia menatap saya dengan mata bulat nya. Wanita Palestina itu mendekap erat satu-satu nya makanan Indonesia yang ku bawa. Dan berulang-ulang mengatakan, “makanan dari Indonesia… Indonesia..”

Kami menyempatkan foto bersama. Dan saya memberikan selembar foto kami bersama. Dia berkata sambil kembali menahan tangis nya. “Aku akan menyimpan foto ini selamanya. Foto dari saudara muslim ku yang jauh datang dari Indonesia. Datanglah kapan pun kau mau ke Palestina. Rumah ku adalah rumah mu. Kampungku adalah kampung mu. Karena kita adalah muslim.”

Saya meninggalkan dia untuk menuju check point berikut nya dengan rasa kacau balau. Wajah yang coreng moreng karena saya menangis. Betapa beruntung nya saya … Betapa beruntung nya saya menjadi muslim yang tinggal di Indonesia.

Perang .. Tidak ada yang di untungkan dari perang.

Doaku selalu untukmu Palestina…

I Love you too, Palestina

**late post**
Jerusalem, May 2016