PELAJARAN KESABARAN


Saya tergoda untuk menulis, karena twin writer saya, Rahel menulis tentang fitnah atau ada saat dimana kita di hujat atas sesuatu yang tidak pernah kita lakukan. Karena saya juga beberapa kali mengalami nya.

Saya sangat setuju dengan pendapat nya, kalau upah kita akan kesabaran di fitnah adalah langsung dari Tuhan.

Siapa yang tidak sedih kalau mendapat fitnah?
Saya yakin semua orang pasti sedih, begitu pula dengan saya. Manusiawi sekali.

Keinginan untuk marah besar, pasti ada
keinginan untuk lempar sandal, meja, kursi, pintu … pasti juga ada
Keinginan untuk menampar habis-habis an juga ada
Keinginan untuk membalas, jelas ada.
Bahkan keinginan untuk mengirim hujan dan petir pun terlintas

Tapi bila kita tahu bahwa ada skenario Tuhan di balik itu semua, pasti kita akan lupa dengan marah dan sedih itu. Saya pun masih belajar.
Sangat tidak mudah… betul..
Sangat tidak mudah ..

tapi ….

Tapi tahu kah kita, sebenarnya pada saat kita di fitnah itu sebenarnya bisa jadi Tuhan sedang mengembangkan tangan nya untuk bersiap memeluk kita apabila kita berseru kepada Nya?

Mungkin bisa jadi Tuhan sedang mencari perhatian kita yang melupakan Nya yang sudah memberikan banyak hal buat kita, sementara kita bukan nya bersyukur, tapi malah semakin melupakan nya dengan segala aktifitas kita.

Bukan nya ingat bersyukur atas apa yang kita punya, tapi kita sibuk mengeluhkan apa yang jauuuhhhh

Bukan nya ingat untuk tersenyum, tapi kita sibuk tebar wajah muram dan terlupa kalau Tuhan sedang menunggu kita meminta tolong kepada Nya

Yang manakah kita? Yang mana kah saya?

Biar Tuhan yang menilai saja. Kita kerjakan yang terbaik kita bisa.

Tapi, Tuhan mengajarkan untuk selalu rendah hati, apabila kita merasa sudah paling baik pun kita bisa jadi terpeleset pada apa yang disebut dengan sombong. Padahal kesombongan karena terbaik diantara yang terbaik adalah milik Tuhan.

“Do not walk proudly on the earth; your feet cannot tear apart the earth nor are you as tall as the mountains.” – God (Qur’an 17:37)

Saya juga masih belajar sabar bila saya mendengar orang memfitnah saya
Saya juga masih belajar tersenyum bila saya diperlakukan buruk,

Kita semua punya contoh yang bisa kita teladani.

Nabi Muhammad selalu mengajarkan untuk berbuat baik kepada orang yang berlaku jahat kepadamu. Begitu pula orang suci lain seperti Yesus yang mengajarkan untuk berbuat baik sekalipun pada musuh mu.

Saya yang masih siswi universitas kehidupan ini akan senang sekali apabila saya bisa bertemu dengan teman seperjalanan yang saling mendukung untuk menjadi a better me

Khalifah Umar Ibn Khattab pernah berucap, “apabila ada masalah besar, Ya Allah.. berikan aku pundak yang kuat”

Temani saya dalam perjalanan ini, dan semampu saya akan saya bagikan senyum saya untuk kalian semua. Tuhan adalah perencana kehidupan yang terbaik bagi manusia. Suatu kesulitan akan di gantikan dengan kebahagiaan melimpah bila kita bisa “melihat” dan “merasa” kan nya