SAYA DAN PROFESI LIFE COACH


Coach.

Profesi itu adalah yang pernah paling saya hindari. Karena saya pernah ada dalam lingkaran pertemanan yang salah satu nya menyebut diri nya coach. Tapi justru dia yang mengiris habis saya tanpa sisa. Membunuh karakter saya bahkan menyakiti saya tanpa ampun.

Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan seorang teman yang mengingatkan saya bahwa saya bisa menjadi seorang coach. Otomatis ingatan saya kembali hadir. Tidak mudah memutuskan untuk mengiyakan tawaran mengikuti kelas menjadi life coach.

Tapi akhir nya ada dorongan kuat dalam diri saya. Bahwa saya pernah sakit cukup lama dan saat ini bahkan saya bisa membalik nya menjadi healer.

Jadi, kalau dulu saya pernah di sakiti oleh seorang coach, maka saat ini saya memutuskan akan menjadi life coach terbaik. Bukan untuk lembaga Life Coach. Tapi untuk membantu orang mewujudkan goal nya yang terbaik.

Ya

Saya adalah healer dan juga life coach.
Semoga saya bisa menjalankan tugas saya dengan baik.

Apakah sama mentor dan coach. Ternyata beda saudara. Mentor itu klien mendapat saran dari mentor nya, sedangkan coach, klien dituntun untuk menemukan jalan nya sendiri dengan arahan coach.

Apakah saya life coach berbayar?
Tentu saja berbayar. Bila berhasil, uang kembali 50%

Saya menghargai kehidupan diri saya. Sama seperti saya menghargai kehidupan orang di sekitar saya. Bila semua orang bisa mencapai goal nya, alangkah indah nya.

Cukup sudah ribut sana sini
Ributkan bagaimana mencapai goal mu

Kecuali bila goal mu adalah menghasilkan keributan
Maka jauh-jauh lah dari saya

#healer
#life_coach