PILIHAN KEHIDUPAN


Aku mengambil sejumput daun teh untuk ku masukkan dalam poci tanah liat yang sedang ku letak kan diatas kompor. Aku memasuk kan satu jari ku. Panas. Daun teh menari-nari dalam air yang mendidih. Daun yang awal nya mengerut mengembang dan mengubah warna teh menjadi coklat. Unsur api mengubah rupa air yang tadi nya bening.

Sama seperti kehidupan ini. Kadang memasuki pemurnian dalam bentuk penderitaan. Dan manusia mana yang pernah tidak menderita? Aku dan kamu sekalian hampir tidak pernah tahu penderitaan orang lain. Belum tentu orang yang tampak nya bahagia tidak mempunyai penderitaan.

Daun teh berdesis tajam, lampaui penderitaan dan sakit mu! Desis nya tak berkesudahan.

Tidak selalu hidup orang yang tampak nya tidak sulit arti nya adalah benar-benar tidak sulit.

Tidak perlu membandingkan hidup dengan orang lain!

Orang yang kita kira mempunyai hal yang lebih bagus di banding diri kita ini juga punya air mata nya sendiri.

Dan tiap orang punya pilihan serta ilmu pamungkas nya untuk menghadapi itu semua. Tidak ada satu pun ilmu di dunia ini yang lebih buruk dari yang lain. Perbanyak jam terbang. Ilmu seorang guru belum tentu berhasil kau terap kan dalam kehidupan mu. Karena setiap manusia mempunyai cara dan ilmu pamungkas nya.

Bahkan aku pun belum tentu bisa melakukan banyak hal hebat yang di lakukan banyak orang hebat di luar sana. Tapi aku tahu Tuhan tidak pernah salah memberi cerita jalan kehidupan ku. Aku hanya perlu memilih pilihan yang tepat saja. Termasuk memilih untuk hanya memasang foto saat aku sedang dalam kondisi baik saja. Biarlah Allah yang mengetahui dan menghiburku saja.

BIla ada pilihan untuk meratapi nasib atau kembali ke esensi diri sendiri. Pilih lah pilihan kedua.

Bila sedang dalam kesulitan, dunia ini punya seribu satu cara untuk mengibur dan menemani mu. Melakukan cukup refleksi diri dan membagi kan senyum. karena bisa jadi ada orang di luar sana yang sedang memerlukan senyum sebagai penyemangat hidup nya.

Selalu semangat dan raya kan kehidupan dengan cara mu sendiri.

27.11.2018
Tristiningsih Dian Ekoputri

#Tulisan_Untuk_Diri_Sendiri

late photo Jaloliddin Manguberdi (1123-1231)
Muhammad Jalaludin Manguberdi memenangkan perang melawan Mongolia. Uzbekistan adalah negara di Asia tengah, bagian dari China yang mayoritas Islam. Banyak orang hebat di luar sana yang memberikan contoh pilihan hidup nya. Salah satu beliau ini.

@Al Kharezmi Avenue, Urganch, Uzbekistan