GELAP NYA HIDUP ADALAH KEINDAHAN KEHIDUPAN VERSI LAIN


Aku melihat banyak cahaya kerlip bintang. Warna cahaya berpendaran menyelimuti bintang-bintang itu. Aku berharap aku melihat nya lebih lama, tapi mendadak hilang karena mata ku mengabur karena air mata.

Tangan ku menyentuh sesuatu, begitu halus. Aku menggapai-gapai nya. Ada cahaya begitu terang menghampiri ku. AKu mengerjapkan mata ku kembali beberapa kali. Tubuh ku terasa ringan. Aku belum pernah mengalami nya. Dan ini adalah saat aku berada dalam gelap.

Penglihatan ku menjadi lebih terang daripada sebelum nya. Demikian pula indra perasa dan pendengaran ku.

Gelap dan kesulitan

Berapa kali aku mengira bahwa hal yang tidak ku sukai itu adalah kutukan kehidupan. Bahkan ada rasa bahwa seharus nya aku tidak mengalami nya. Mulai dari hal yang menurut ku menakutkan. Tapi, apakah kehidupan ini hanya melulu mengenai keindahan yang sebatas bisa diterima panca indra kita? Selain itu adalah kegelapan kehidupan?

Rasa nya aku harus membetulkan kembali pemahaman ku tentang hal ini.

Tubuh ku masih melayang dan kembali cahaya itu menghampiri ku.

Aku terkesiap. Aku hanya mampu melihat cahaya saat dalam kegelapan! Keindahan cahaya itu tidak akan terlihat dengan baik saat ada di tempat yang terang. Jadi apakah itu kegelapan? Dia adalah cara Nya untuk membawa mu pada keindahan versi lain yang tidak dapat aku lihat dalam terang.

Menerima segala bentuk yang hadir dalam kehidupan ku dengan senyum. Apakah itu bila tidak sengaja bertemu dengan orang yang membentak, atau pun orang yang memberikan pengalaman kurang menyenangkan dalam hidup.

Dalam gelap ada terang. Itu lah arti nama ku dari bahasa sansekerta yang di berikan orang tua ku. Aku perlu jam terbang yang cukup panjang untuk benar-benar memahami arti nama ku ini.

Cukup lah sudah aku dengan segala peristiwa baik dan buruk dalam hidup ku. Semua nya tergantung dengan apa yang aku yakini tentang peristiwa dalam kehidupan ku.

Karena aku lebih meyakini penjagaan dan perlindungan Nya saja.

Benar ungkapan, semua itu indah pada saat nya.
The impossible to be possible
All creation create from nothing
Out of endless silence and darkness

I am the CREATOR of my own life

Li Tzun, terima kasih
Sampai bertemu lagi

Aku tahu kau selalu bisa ku andalkan

28.11.2018
Tristiningsih Dian Ekoputri
#Tulisan_Untuk_Diri_Sendiri