DICULIK JADI PEMBICARA (ILMU MANIFESTASI YANG BUKAN RAHASIA)


Suatu sore saya mendadak di telpon mas Arif Rahutomo. Saya diminta kesediaan nya untuk menjadi salah satu pembicara di acara alumni Vibrasi. Sempat terpikir di hati, apa ya saya bisa? Karena kalau melihat beberapa pembicara lain yang di undang itu, berkali-kali terlintas pertanyaan dalam diri ini,”byuh… mau ngomong opo..”

Mas Arif sempat mengatakan bahwa panitia tidak menyedia kan fee, penginapan atau pun transportasi. Saya di bebaskan untuk membuat format sesuai yang saya mau.

Saya mengiyakan karena saya tahu persis bagaimana susah nya menjadi panitia. Sekalipun terus berputar di kepala saya, byuh… gak salah ta iki..

Kebetulan buku saya juga baru terbit. Jadi kurang lebih nya saya tahu harus bicara apa. Asal masih dalam koridor pengetahuan dan pengalaman pribadi saya, rasa nya saya masih bisa.

Melihat daftar pembicara yang lain, seperti mba Vivit Yun Awang Narsetyawan Agrimon Bachtiar Muhammad Ferry Yusri Danny Hernowopak Prasetya M Brata Andreas Anaya Pasolympia II sebener nya saya langsung gatal pengen jadi peserta saja. Sayang nya obat gatal juga sedang terjual habis. Menjadi kan saya semakin gatal-gatal saja. Apalagi rasa nya diantara lima belas pembicara cuman saya yang nda pernah buka kelas, bener-bener menjadikan saya sempat tidak PD.

melihat ada pak guru Noeryanto A. Dhipuro, gus Muhammad Nurul Bananyang pengen saya bully… hahaha… juga saudara tua Among Kurnia Ebosaya juga pengen ngobrol (sampai ketemu di Kazakhtan, pak dhe!)

OK, baik lah, kali ini saya menjadi pembicara.

Topik yang saya angkat adalah bagaimana cara menemukan diri sendiri, yang di dalam nya bisa juga di gunakan untuk ilmu manifestasi ala saya. karena itu yang saya lakukan di tiga puluh tahun terakhir. Selain itu juga mengajak saudara-saudara baru yang ada semeja dengan saya untuk lebih mengerti tentang perjalanan hidup nya sendiri-sendiri. Saya juga menekan kan berkali-kali agar jangan menganggap saya sebagai guru. Karena saya adalah teman seperjalanan.

Ini adalah ilmu dasar kehidupan menurut saya. yang dengan nya bisa menentukan perjalanan hidup seperti apa yang ingin dialami. Termasuk bagaimana menentukan siapa saja yang dipilih untuk masuk di ring satu orang yang mempengaruhi perjalanan kehidupan sampai kontrak kehidupan ini habis.

Air, api, tanah, angin

Mengolah semua nya menjadi kesatuan manifestasi.
Membuat dasar untuk perjalanan kehidupan selanjutnya

Aku iso ne yo mung kuwi

Semoga senang dengan apa yang saya sampaikan

Semoga bermanfaat

Hidup itu seindah apa saja yang di hadir kan di hadapan ini.
Hidup itu seperti memasak, meracik bumbu dan numpang makan itu memang iyaaa

11.12.2018

Terima kasih panitia

Zakiyah Darojah Nur Eka Widayati Afa Fachecha Guyub Triyanto NugrohoKang Wawan Kir Suksmawati Es We Setiaji Wijaya Maria Lia

Image may contain: 10 people, people smiling, indoor
Image may contain: 7 people, people smiling, people sitting, table and indoor
Image may contain: 10 people, people smiling, people sitting and indoor